4 Contoh Usaha Tanpa Modal

4 Contoh Usaha Tanpa Modal

Banyak orang mencari usaha tanpa modal. Sebelum berbicara lebih jauh, kita pahami dulu apa sih usaha tanpa modal?

Jika kita tengok, hampir setiap usaha memerlukan modal entah itu tenaga, waktu, dan bahkan uang. Jadi kembali lagi, ada tidak usaha yang “tanpa modal”? Atau mungkin yang dimaksud usaha tanpa modal yaitu usaha yang tidak mengeluarkan uang secara langsung?

Nah, jika usaha tanpa modal yang dimaksud yaitu usaha tanpa mengeluarkan uang secara langsung, maka berikut kita berikan beberapa contoh usaha “tanpa modal” tersebut.

 

4 Contoh Usaha “Tanpa Modal”

  1. Jualan Secara Dropship

Dropship adalah salah satu metode bisnis online di mana Anda sebagai dropshipper tidak perlu melakukan stok barang maupun proses pengiriman.

Bagaimana menjalankan bisnisnya? Anda cukup mempromosikan produk dari produsen atau penjual lain. Sekarang ini sudah banyak media sosial, seperti Facebook, Instagram, dll. Anda bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan produk yang Anda jual secara dropship tersebut.

Pesanan dopship akan diteruskan ke produsen/supplier yang kemudian akan memprosesnya.

Keuntungan didapatkan dari harga jual produk pada pembeli dikurangi harga dari supplier. Misalnya, Anda menjual Rp 100.000 dan supplier memberikan harga untuk Anda Rp 80.000. Berarti keuntungan Rp 20.000 per produk. Untuk itu, segera cari supplier yang mau bekerja sama dengan sistem dropshipping.

Salah satu yang menawarkan open dropshipper adalah Fresh Powder Drink, produsen minuman bubuk dan bahan baku minuman aneka rasa dan varian. Silakan langsung kontak CS FPD untuk menjalin kerjasama:

– Telp/WA: 0812-2502-2323
– WA Only: http://bit.ly/FPDwebWA

 

  1. Menjadi Perantara Penjualan Properti

Saat ini sudah cukup banyak perumahan-perumahan baru yang tengah dibangun. Anda bisa manfaatkan ini untuk menjadi perantara penjualan rumah tersebut. Caranya, Anda temui kantor pemasaran perumahan tersebut, biasanya tiap developer/kontraktor perumahan memiliki kantor pemasaran tersendiri, Anda bisa ajukan CV Anda di sana.

Pendapatan yang Anda hasilkan dari penjualan properti seperti rumah bisa cukup lumayan. Biasanya Anda akan mendapat komisi sekian persen dari penjualan rumah tersebut, atau tergantung kesepakan dengan kontraktor/developer. Tak hanya perumahan, bisa juga apartemen, kapling tanah, dan lainnya.

Cara pemasaran properti bisa dengan menggunakan media sosial atau marketplace yang khusus menjual properti atau juga bisa di forum-forum online.

ilustrasi jual kaos pre order
Photo by Tim Wright on Unsplash
  1. Jual Kaos Pre-Order

Anda bisa memulai bisnis dengan sistem pre-order, yang artinya pembeli diwajibkan untuk membayar di muka ketika melakukan pemesanan barang.  Anda bisa menerapkan sistem ini pada penjualan kaos.

Caranya, Anda cukup membuat desain kaos yang menarik dan mempromosikannya secara online. Jika desain Anda bagus dan Anda pandai memasarkannya, bisa banyak yang akan ada yang tertarik membelinya.

 

  1. Jual Pakaian atau Barang Bekas

Anda bisa mencoba menjual pakaian bekas yang masih layak pakai dan masih berkualitas. Entah itu milik Anda sendiri atau milik teman-teman Anda. Yups, Anda bisa membantu orang lain menjualkan pakaian bekasnya.

Bisa dibilang usaha ini minim mengeluarkan biaya. Namun bisa dibilang cukup menjanjikan, sebab masih cukup banyak orang yang mencari pakaian second. Apalagi jika Anda menjual pakaian bekas atau barang apapun yang branded atau punya nama mentereng.

 

 

 

Header image: Vitaly Taranov on Unsplash

Referensi: entrepreneurcamp.id

Tinggalkan komentar